03/09/23

BILBIOGRAPHY | INDONESIA PILLOSHOPIES

Sutan Sjahrir adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia yang memainkan peran kunci dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjadi perdana menteri pertama negara ini setelah merdeka. Berikut adalah biografi singkat tentang Sutan Sjahrir:

**Nama Lengkap:** Sutan Sjahrir

**Tanggal Lahir:** 5 Maret 1909

**Tempat Lahir:** Padang Panjang, Hindia Belanda (sekarang Indonesia)

**Tanggal Wafat:** 9 April 1966

**Pendidikan:**
- Sutan Sjahrir menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Padang Panjang dan lulus pada tahun 1924.
- Ia melanjutkan pendidikannya di HBS (Hogere Burger School) di Bandung, tempat ia menjadi teman dekat Soekarno.

**Perjuangan Kemerdekaan:**
- Sutan Sjahrir adalah salah satu pendiri dan anggota aktif Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) yang dibentuk pada tahun 1927.
- Ia terlibat dalam perjuangan melawan pemerintah kolonial Belanda dan dipenjarakan beberapa kali.
- Sjahrir berkontribusi dalam menulis dokumen-dokumen politik dan pemikiran yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
- Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945, Sjahrir ditunjuk oleh Soekarno sebagai perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat dalam periode 1945-1947.

**Peran dalam Pemerintahan:**
- Sjahrir adalah seorang pemikir dan pemimpin yang moderat dan pragmatis. Dia bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia.
- Selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, Sjahrir menghadapi banyak tantangan, termasuk konflik dengan pihak yang ingin melanjutkan perjuangan bersenjata melawan Belanda dan tentangan dari berbagai kelompok politik di dalam negeri.
- Di bawah kepemimpinan Sjahrir, pemerintah Indonesia juga merancang beberapa undang-undang dan kebijakan ekonomi yang mengatur dasar-dasar perekonomian nasional.

**Pengasingan dan Kehidupan Setelah Pemerintahan:**
- Setelah jatuhnya kabinet Sjahrir pada tahun 1947, ia mengundurkan diri dan pergi ke pengasingan di Swiss selama beberapa tahun.
- Sjahrir kembali ke Indonesia pada tahun 1949 setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) menghasilkan perjanjian yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
- Ia mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan menjadi pemimpin partai tersebut.
- Pada tahun 1962, Sjahrir kembali ke pengasingan di Belanda setelah terlibat dalam konflik politik dengan pemerintah Soekarno.
- Sjahrir wafat di Belanda pada tahun 1966.

Sutan Sjahrir adalah sosok yang dihormati dalam sejarah Indonesia karena kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan dan kepemimpinannya sebagai perdana menteri pertama. Ia dikenal sebagai seorang intelektual yang moderat dan pemikir politik yang berusaha menjembatani perbedaan dan mencari solusi yang damai dalam menghadapi konflik-konflik politik pada masa itu.

Masa Revolusi Nasional Indonesia
Revolusi menciptakan atmosfer amarah dan ketakutan, karena itu sulit untuk berpikir jernih. Sehingga sedikit sekali tokoh yang punya konsep dan langkah strategis meyakinkan guna mengendalikan kecamuk revolusi. Saat itu, ada dua orang dengan pemikirannya yang populer kemudian dianut banyak kalangan pejuang republik: Tan Malaka dan Sutan Sjahrir. Dua tokoh pergerakan kemerdekaan yang dinilai steril dari noda kolaborasi dengan Pemerintahan Fasis Jepang, meski kemudian bertentangan jalan dalam memperjuangan kedaulatan republik.

Pada masa genting itu, Bung Sjahrir menulis Perjuangan Kita. Sebuah risalah peta persoalan dalam revolusi Indonesia, sekaligus analisis ekonomi-politik dunia usai Perang Dunia II. Perjuangan Kita muncul menyentak kesadaran. Risalah itu ibarat pedoman dan peta guna mengemudikan kapal Republik Indonesia di tengah badai revolusi.

Tulisan-tulisan Sjahrir dalam Perjuangan Kita, membuatnya tampak berseberangan dan menyerang Soekarno. Jika Soekarno amat terobsesi pada persatuan dan kesatuan, Sjahrir justru menulis, "Tiap persatuan hanya akan bersifat taktis, temporer, dan karena itu insidental. Usaha-usaha untuk menyatukan secara paksa, hanya menghasilkan anak banci. Persatuan semacam itu akan terasa sakit, tersesat, dan merusak pergerakan."

Dan dia mengecam Soekarno. "Nasionalisme yang Soekarno bangun di atas solidaritas hierarkis, feodalistis: sebenarnya adalah fasisme, musuh terbesar kemajuan dunia dan rakyat kita." Dia juga mengejek gaya agitasi massa Soekarno yang menurutnya tak membawa kejernihan.

Perjuangan Kita adalah karya terbesar Sjahrir, kata Salomon Tas, bersama surat-surat politiknya semasa pembuangan di Boven Digul dan Bandaneira. Manuskrip itu disebut Indonesianis Ben Anderson sebagai, "Satu-satunya usaha untuk menganalisis secara sistematis kekuatan domestik dan internasional yang memperngaruhi Indonesia dan yang memberikan perspektif yang masuk akal bagi gerakan kemerdekaan pada masa depan."

Terbukti kemudian, pada November ’45 Sjahrir didukung pemuda dan ditunjuk Soekarno menjadi formatur kabinet parlementer. Pada usia 36 tahun, mulailah lakon Sjahrir dalam panggung memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia, sebagai Perdana Menteri termuda di dunia, merangkap Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri.
Share:

0 komentar: