03/09/23

BILBIOGRAPHY | INDONESIA PILLOSHOPIES

Mohammad Hatta adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang memiliki peran kunci dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan negara Indonesia. Berikut adalah biografi singkat tentang Mohammad Hatta:


**Nama Lengkap**: Mohammad Hatta


**Tanggal Lahir**: 12 Agustus 1902


**Tempat Lahir**: Bukittinggi, Hindia Belanda (sekarang Indonesia)


**Tanggal Wafat**: 14 Maret 1980


**Pendidikan**:

- Hatta menempuh pendidikan di HBS (Hoogere Burgerschool), sebuah sekolah menengah tinggi di Bandung, Hindia Belanda.

- Ia melanjutkan studi ke Belanda dan meraih gelar dalam bidang Ekonomi dari Universitas Erasmus Rotterdam.


**Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia**:

- Mohammad Hatta adalah salah satu pendiri Republik Indonesia dan tokoh kunci dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan kolonial Belanda.

- Bersama dengan Soekarno, ia menjadi salah satu arsitek kemerdekaan Indonesia dan berperan dalam pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) selama Agresi Militer Belanda I.

- Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden pertama Indonesia.


**Peran dalam Bidang Ekonomi**:

- Mohammad Hatta dikenal sebagai ekonom yang kompeten dan pemikir sosial yang berperan penting dalam perumusan dasar-dasar ekonomi Indonesia.

- Ia memainkan peran kunci dalam perancangan UUD 1945, termasuk Pasal 33 yang mengatur tentang ekonomi nasional.

- Pasal 33 UUD 1945 mencakup prinsip-prinsip ekonomi sosialis, seperti kepemilikan negara atas sumber daya alam dan sektor-sektor strategis untuk kepentingan rakyat.


**Kehidupan Setelah Kemerdekaan**:

- Setelah Indonesia merdeka, Mohammad Hatta terus berperan dalam politik dan pemerintahan sebagai Wakil Presiden.

- Ia juga menjabat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan pada beberapa kesempatan.

- Pada tahun 1956, Hatta mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden dan lebih fokus pada bidang ekonomi dan pendidikan.


**Masa Akhir dan Wafat**:

- Mohammad Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980, meninggalkan warisan yang kuat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembangunan negara.

- Dia diakui sebagai salah satu bapak pendiri Indonesia yang telah berjuang keras untuk mencapai kemerdekaan dan membangun dasar-dasar ekonomi yang kuat untuk negara yang baru merdeka.


Mohammad Hatta adalah tokoh yang sangat dihormati di Indonesia dan dianggap sebagai salah satu pemikir dan pemimpin terkemuka dalam sejarah negara tersebut.

Pendidikan dan pergaulan

Mohammad Hatta pertama kali mengenyam pendidikan formal di sekolah swasta.[11] Setelah enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat dan sekelas dengan Rafiah, kakaknya. Namun, pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga.[12] Ia lalu pindah ke ELS di Padang (kini SMA Negeri 1 Padang) sampai tahun 1913,[12] dan melanjutkan ke MULO sampai tahun 1917. Di luar pendidikan formal, ia pernah belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya.[13] Selain keluarga, perdagangan memengaruhi perhatian Hatta terhadap perekonomian. Di Padang, ia mengenal pedagang-pedagang yang masuk anggota Serikat Oesaha dan aktif dalam Jong Sumatranen Bond sebagai bendahara.[14] Kegiatannya ini tetap dilanjutkannya ketika ia bersekolah di Prins Hendrik School. Mohammad Hatta tetap menjadi bendahara di Jakarta.[15]


Kakeknya bermaksud akan ke Mekkah, dan pada kesempatan tersebut, ia dapat membawa Mohammad Hatta melanjutkan pelajaran di bidang agama, yakni ke Mesir (Al-Azhar).[16] Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas surau di Batuhmpar yang memang sudah menurun sejak meninggalnya Abdurrahman. Namun, hal ini diprotes dan mengusulkan pamannya, Idris untuk menggantikannya.[16] Menurut catatan Amrin Imran, Pak Gaeknya kecewa dan Syekh Arsyad pada akhirnya menyerahkan kepada Tuhan.[17]


Keluarga

Pada 18 November 1945, Hatta menikah dengan Rahmi Hatta dan tiga hari setelah menikah, mereka bertempat tinggal di Yogyakarta. Kemudian, dikaruniai 3 anak perempuan yang bernama Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi'ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.

Share:

0 komentar: