29/03/24

Taliban Resiver Human Academi

Menginjak dari sekian banyak peristiwa pada kegiatan 

kemanusiaan Taliban merupakan beberapa kumpulan 

laki-laki yang menegaskan dalam kehidupannya untuk bertahan hidup diantara pertistiwa 

kenegaraan yang tidak sejalan dengan palsafah pendirinya.


https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5684921/siapakah-taliban-begini-sejarah-


taliban-sampai-kembali-kuasai-afghanistan - Jakarta - Taliban mengambil alih Istana 


Kepresidenan Afghanistan di Kabul. Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, diketahui 


meninggalkan Kabul pada hari Minggu (15/08/2021) waktu setempat saat Taliban 


memasuki ibu kota Afghanistan tersebut.


Origin and first regime

The Taliban emerged in the aftermath of the Afghan War (1978–92). Afghanistan’s new 


government failed to establish civil order outside of Kabul, and much of the country was 


subject to frequent extortion and assault from local militias and warlords. Facing mass 


displacement during the war, many Afghans found solidarity in the religious rhetoric of the 


mujahideen resistance and opportunity in schools of Islamic sciences (called madrasahs) in 


southern Afghanistan and northern Pakistan. In 1994 a group of former fighters, associated 


with a madrasah in a village of Kandahār province, successfully subdued a local warlord and 


began pacifying nearby areas. The faction, which enjoyed popular support with its promise 


of security and its religious fervour, quickly grew into the movement now known as the 


Taliban. By late 1996 the Taliban had seized the capital, Kabul, and gained effective control 


over some two-thirds of the country.  | https://www.britannica.com/topic/Taliban


Kata Taliban merupakan bahasa Pashto, طالبان , yang berarti 'para murid', bentuk jamak dari . 


Kata ini merupakan kata serapan dari bahasa Arab طالب , menggunakan bentuk plural dari 


bahasa pashto dengan akhiran -ān ان.[] (dalam bahasa Arab طالبان  tidaklah berarti 'para 


murid' melainkan 'dua murid', karena dalam bahasa arab akhiran an merupakan bentuk 


ganda. Sedangkan bentuk jamaknya yang sebenarnya dalam bahasa arab yakni طلاب yang 


mana hal ini menyebabkan kebingungan bagi penutur bahasa Arab.) Sejak diserap pula ke 


dalam bahasa Inggris, kata Taliban, selain menjadi kata benda jamak yang merujuk pada 


kelompok, juga telah digunakan sebagai kata benda tunggal yang merujuk pada individu. 


Misalnya, John Walker Lindh telah disebut sebagai "seorang Taliban Amerika", bukan 


"seorang Talib Amerika" di media berbahasa Inggris. Hal ini berbeda di Afghanistan, di mana 


seorang member atau pendukung kelompok ini disebut sebagai Talib (طالب) atau jamaknya 


Talib-ha (طالبها). Dalam definisi lain, Taliban berarti 'pencari'.

| https://id.wikipedia.org/wiki/Taliban


Gerakan Taliban, sering disebut hanya sebagai Taliban atau Taleban (bahasa Persia dan 


Pashtun طالبان;[] dari bentuk jamak bahasa Arab: طالب , "pencari" "murid"), para anggotanya 


menyebut organisasinya secara resmi sebagai Keamiran Islam Afganistan,[63] adalah 


gerakan nasionalis Islam Deobandi pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai 


hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001 serta kembali menguasai 


Afganistan pada 2021. Saat ini, Taliban adalah satu dari dua entitas politik yang sama-sama 


mengklaim sebagai pemerintah yang sah atas Afganistan di samping pihak Republik.


Kelompok Taliban dibentuk pada September 1994, mendapat dukungan dari Amerika 


Serikat dan Pakistan. Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: 


Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria 


yang tidak diakui dunia. Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk 


Mullah Mohammed Omar, pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama 


Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal 


dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan, dan juga 


mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan.



Taliban adalah kelompok militan yang memiliki sejarah panjang di Afghanistan. Berikut adalah gambaran singkat tentang mereka:


1. **Asal Usul dan Pertumbuhan:**

   - **Taliban** pertama kali muncul pada awal 1990-an di utara Pakistan setelah pasukan Uni Soviet mundur dari Afghanistan.

   - Gerakan ini awalnya didominasi oleh orang-orang Pashtun dan muncul di pesantren-pesantren yang menganut aliran Sunni garis keras, banyak di antaranya dibiayai oleh Arab Saudi.

   - Janji **Taliban** di wilayah-wilayah Pashtun, yang tersebar di Pakistan dan Afghanistan, adalah untuk mengembalikan perdamaian dan keamanan berdasarkan **Syariah Islam** jika mereka berkuasa.


2. **Penguasaan dan Kekuasaan:**

   - Dari Afghanistan barat-daya, **Taliban** dengan cepat menyebarkan pengaruhnya.

   - Pada September 1995, mereka merebut Provinsi Herat di perbatasan Iran, dan tepat setahun kemudian, mereka merebut ibu kota Afghanistan, Kabul.

   - Mereka menggulingkan kekuasaan rezim Presiden Burhanuddin Rabbani, salah satu pendiri mujahidin Afghanistan yang menentang pendudukan Uni Soviet.

   - Pada 1998, **Taliban** menguasai hampir 90% wilayah Afghanistan.


3. **Popularitas Awal:**

   - Masyarakat Afghanistan, yang sudah lelah dengan ekses mujahidin dan pertikaian setelah Soviet terusir, secara umum menyambut kemunculan **Taliban** saat mereka pertama kali muncul.

   - Popularitas ini sebagian besar karena keberhasilan mereka dalam memberantas korupsi, membatasi pelanggaran hukum, dan membuat jalan-jalan serta area di bawah kekuasaan mereka aman untuk perdagangan.


4. **Kontroversi dan Konflik:**

   - **Taliban** juga memperkenalkan atau mendukung hukuman yang sejalan dengan penafsiran mereka akan hukum Syariah, seperti eksekusi di depan umum terdakwa pembunuhan dan pezina, serta amputasi bagi mereka yang diputuskan bersalah karena pencurian.

   - Pada 2001, pemerintahan **Taliban** digulingkan oleh Amerika Serikat karena dituduh melindungi pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden, yang juga dituduh terlibat dalam serangan terhadap Menara Kembar WTC di New York pada 11 September 2001.


**Taliban** memiliki peran yang kompleks dalam sejarah Afghanistan dan politik global, dan mereka kini kembali menguasai Afghanistan setelah dua dekade perang dan konflik ¹²³⁴..


Sumber: Percakapan dengan Bing, 29/3/2024

(1) Siapakah Taliban? Sejarah kelompok yang kini menguasai kembali ... - BBC. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58200920.

(2) Taliban: Sejarah, Ideologi, dan Peran dalam Politik Global - Kompasiana. https://www.kompasiana.com/qiiswo/65536461edff764f21050a22/taliban-sejarah-ideologi-dan-peran-dalam-politik-global.

(3) Siapakah Taliban? Begini Sejarah Taliban Sampai Kembali ... - detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5684921/siapakah-taliban-begini-sejarah-taliban-sampai-kembali-kuasai-afghanistan.

(4) Kenapa Taliban Kuasai Afghanistan & Sejarah Kemerdekaan 19 Agustus. https://tirto.id/kenapa-taliban-kuasai-afghanistan-sejarah-kemerdekaan-19-agustus-giHY.

(5) Taliban - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Taliban.

(6) id.wikipedia.org. https://id.wikipedia.org/wiki/Taliban.

Share:

23/01/24

Bosscha the development of technology and industry Indonesia

Biography of K.A.R. Bosscha



1. **Birth and Early Life:**

   - Karel Albert Rudolf Bosscha was born on January 3, 1865, in Bandung, West Java, which was then part of the Dutch East Indies (now Indonesia).

   - He was the son of a Dutch tea plantation owner, Pieter J.A. Bosscha, and a Sundanese aristocrat, Raden Ajeng Siti Annisa.


2. **Education:**

   - Bosscha studied mechanical engineering at the Polytechnical School in Delft, Netherlands.


3. **Return to Indonesia:**

   - After completing his studies, Bosscha returned to the Dutch East Indies in 1889.


4. **Contributions to Industry and Technology:**

   - K.A.R. Bosscha played a key role in the development of industry and technology in Indonesia. He was involved in the establishment of various industries, including sugar, rubber, and electricity.


5. **Bosscha Observatory:**

   - Bosscha was a significant supporter of scientific endeavors. He funded the establishment of an astronomical observatory in Lembang, near Bandung, which is known as the Bosscha Observatory. The observatory was completed in 1923 and remains operational to this day.


6. **Philanthropy:**

   - Bosscha was known for his philanthropic activities, contributing to educational and scientific initiatives.


7. **Personal Life:**

   - K.A.R. Bosscha married Maria Catharina Roodenburg, and they had several children.


8. **Death:**

   - K.A.R. Bosscha passed away on September 22, 1928, in Bandung.


K.A.R. Bosscha's legacy is remembered through his contributions to industry, technology, and science in Indonesia. The Bosscha Observatory, in particular, stands as a testament to his support for scientific research and astronomy in the region.

Share:

Bacharuddin Jusuf Habibie the crack teory

 


Bacharuddin Jusuf Habibie, commonly known as B.J. Habibie, was an Indonesian engineer, politician, and the third President of Indonesia. Here is a brief biography of B.J. Habibie:


**Early Life:**

1. **Birth:** Habibie was born on June 25, 1936, in Parepare, South Sulawesi, Dutch East Indies (now Indonesia).


2. **Education:** He studied aviation and aerospace engineering in Germany, earning a Diplom-Ingenieur degree from the Technische Hochschule Aachen (now RWTH Aachen University). He later obtained a Ph.D. in engineering from the Technische Universität München (Technical University of Munich).


**Career:**

1. **Return to Indonesia:** After completing his education in Germany, Habibie returned to Indonesia in 1974. He began working for the state-owned aviation company Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).


2. **Aerospace Industry:** Habibie played a key role in the development of Indonesia's aerospace industry. He promoted the idea of making Indonesia self-sufficient in the production of airplanes and played a role in the establishment of the Indonesian Aerospace (IPTN).


**Political Career:**

1. **Minister of Research and Technology:** Habibie served as Minister of Research and Technology under President Suharto from 1978 to 1998. During this time, he focused on advancing Indonesia's technological capabilities.


2. **Vice Presidency:** In 1998, amid political and economic crises, President Suharto appointed Habibie as Vice President. Suharto resigned later that year, and Habibie succeeded him as the President of Indonesia.


**Presidency:**

1. **Reforms:** Habibie initiated a series of political and economic reforms during his presidency, including the lifting of restrictions on the press, the release of political prisoners, and the organization of democratic elections.


2. **East Timor:** Habibie allowed a referendum on independence for East Timor in 1999, leading to its separation from Indonesia.


3. **1999 General Election:** In the 1999 general election, Habibie did not seek re-election, and Abdurrahman Wahid was elected as the fourth President of Indonesia.


**Later Years:**

1. **Post-Presidential Activities:** After leaving office, Habibie continued to be involved in various activities, including writing books and participating in global forums on science and technology.


2. **Death:** B.J. Habibie passed away on September 11, 2019, in Jakarta, Indonesia, at the age of 83.


B.J. Habibie is remembered for his contributions to Indonesia's aerospace industry, his role in the political transition during a critical period, and his efforts towards political and economic reforms.


Referensi

Hendri F. Isnaeni, “Menelusuri Leluhur BJ Habibie”, Historia , diakses 25 Oktober 2019, https://historia.id/politik/articles/menelusuri-leluhur-bj-habibie-vx2Mo.

Christine Manby, “BJ Habibie: Pemimpin Indonesia yang masa jabatan singkatnya ditandai dengan pergeseran menuju demokrasi yang lebih besar”, Independen , 10 Oktober 2019, https://www.independent.co.uk/news/obituaries/bj-habibie-death -indonesia-presiden-kediktatoran-demokrasi-a9118166.html.

Petir Garda Bhwana, “BJ Habibie: Sang Jenius Pencipta Pesawat Terbang Pertama Indonesia”, Tempo.co , 12 September 2019, https://en.tempo.co/read/1246812/bj-habibie-the-genius-of- pencipta pesawat pertama di indonesia.

Hidayat Gunadi dan Hatim Ilwan, “Faktor Habibie: Lebih Aman dan Ringan”, Majalah Gatra , Agustus 2004, diakses melalui web pada 25 Oktober 2019, http://arsip.gatra.com/2004-08-13/majalah/artikel .php?pil=23&id=43663.

Rizky Anggara, “BJ. Habibie: Kehidupan dan Karyanya”, Elabram , 13 September 2019, https://elabram.com/index.php/2019/09/13/obituary-habibie/.

Petir Garda Bhwana, “Warisan Sang Jenius BJ Habibie”, Tempo.co , 12 September 2019, https://en.tempo.co/read/1246967/the-legacy-of-the-genius-bj-habibie .

Arya Dipa, “Bangsa ini mengucapkan selamat tinggal pada 'Pak. Crack'”, The Jakarta Post , 13 September 2019, https://www.thejakartapost.com/news/2019/09/13/nation-bids-farewell-its-dear-mr-crack.html.

Dinar Surya Oktarini, “Kisah BJ Habibie dan Pesawat Pertama Indonesia N250 Gatotkaca”, Suara.com , 12 September 2019, https://www.suara.com/tekno/2019/09/12/153151/kisah-bj-habibie -dan-pesawat-pertama-indonesia-n250-gatot-kaca.

Referensi Gambar

“Presiden Republik Indonesia Ke-3 BJ Habibie”, National Geographic Indonesia, diakses 25 Oktober 2019, https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700×0/photo/nationalgeographic/201309270831020_b.jpg .

Mantan Presiden BJ Habibie menunjukkan foto dirinya bersama pesawat hasil karya N-250 Gatotkaca usai membuka pameran foto Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016)”, Suara.com , diakses 26 Oktober 2019, https://media.suara.com/pictures/653×366/2019/09/11/36974-bj-habibie-n250.jpg.

tentang Penulis Nayyara, 15, Indonesia


Pada tahun 1954, Habibie melanjutkan pendidikan tingginya di Institut Teknologi Bandung (ITB, Jawa Barat) [3] sebelum melanjutkan studi teknologi penerbangan di Universitas Teknologi Delft, Belanda. Namun karena perselisihan West New Guinea antara Indonesia dan Belanda, Habibie dipindahkan ke RWTH Aachen University di Jerman Barat [2] , jurusan konstruksi pesawat terbang. [3] Ia menyelesaikan gelar teknik (Diplom-Ingenieur) pada tahun 1960 dan tinggal di Aachen sebagai asisten peneliti sambil menyelesaikan gelar doktornya.


Selama ini, Habibie bekerja di Waggenfabrik Talbot, sebuah perusahaan kereta api, di mana ia membantu merancang gerbong kereta api. [2] Habibie menolak kemajuan di industri perkeretaapian untuk menyelesaikan disertasinya. Pada tahun 1965, ia menerima gelar Doktor Ingenieur (Dr.-Ing.) di bidang teknik dirgantara.


Habibie kemudian bergabung dengan Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB), sebuah perusahaan penerbangan Jerman, di mana ia mengembangkan The Habibie Method (aerodinamika), The Habibie Theorem (konstruksi), dan The Habibie Factor (termodinamika). [2] [5]


Pada awal tahun 1960-an, kecelakaan pesawat sering terjadi karena kegagalan konstruksi, banyak pula yang disebabkan oleh kelelahan pada badan pesawat. [4] Ketika kelelahan logam terjadi, itu adalah awal dari keretakan. Titik kritis kelelahan biasanya terletak pada sambungan antara sayap dengan dudukan mesin atau antara sayap dan badan pesawat. Titik-titik ini mengalami turbulensi yang konstan, terutama saat lepas landas dan mendarat.


Titik retakan akan terus bercabang dan merambat dari hari ke hari di dalam struktur. [4] Jika tidak terdeteksi, sayap bisa patah dan patah saat lepas landas. Saat itu masih sulit untuk mendeteksi kelelahan ini sejak dini karena belum ada pemindai laser atau sensor untuk mengatasi masalah krusial ini. Risiko kelelahan semakin besar seiring dengan beralihnya industri penerbangan dari penggunaan baling-baling ke jet.


Habibie kemudian mengembangkan teori perambatan crack , yang memberinya nama 'Mr. Crack' dari rekan-rekan internasionalnya. [7] Melalui teorinya, titik retakan dapat diprediksi sejak dini, sehingga pesawat menjadi lebih aman, mengurangi risiko kegagalan mendadak, dan membuat perawatannya lebih murah dan mudah. Dengan adanya titik retak tertentu, pembangunan pesawat juga menjadi lebih cepat karena pengujian kelelahan dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat. [4]


Para insinyur biasa mengatasi kemungkinan retak dengan menaikkan faktor keamanan (SF). Artinya menggunakan material yang lebih berat untuk bodi pesawat, yaitu menggunakan paduan aluminium dan baja. Setelah titik retak dapat ditentukan, SF dapat diturunkan dan pesawat dapat menggunakan material yang lebih ringan. Inilah yang disebut dengan Faktor Habibie yang mampu menurunkan bobot kosong operasi pesawat sebesar 10%. [4] Namun, hal ini tidak mengurangi berat lepas landas maksimum. Oleh karena itu, Faktor Habibie membantu pesawat mengangkat beban lebih banyak dan terbang lebih jauh. [4]


BJ Habibie dipanggil pulang oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto pada tahun 1974 untuk membantu membangun industrialisasi negara. Selama dua puluh tahun, Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi Indonesia. [2] [3] [7] Semasa menjabat menteri, ia mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (Sekarang PT. Dirgantara Indonesia) pada bulan April 1976. [7] Nurtanio adalah perusahaan yang memelopori industri penerbangan Indonesia.


Habibie juga memimpin proyek N-250 Gatotkaca yang merupakan pesawat pertama di Indonesia yang diproduksi oleh PT. Dirgantara Indonesia dan dirancang oleh BJ Habibie sendiri. [6] Sebuah N-250 memiliki 6 baling-baling, kecepatan jelajah maksimum 610 km/jam, dan kecepatan jelajah ekonomis 555 km/jam, menjadikan N-250 Gatotkaca menjadi yang tercepat di kelasnya sebagai pesawat turboprop 50 kursi pada saat itu. . [8]


Secara keseluruhan, Habibie telah mengajukan 46 paten global dan pada tahun 1992, Habibie menerima penghargaan von Karman Award dari International Council Aeronautical Science (ICAS). [5] Sayangnya, awal tahun ini, tepatnya pada 11 September 2019 , BJ Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun, meninggalkan warisan penting di bidang sains, teknologi, dan teknik.

  

Share:

Isaac Newton the law of pressure prestise teoretis




 Sir Isaac Newton was an English mathematician, physicist, astronomer, and author who is widely regarded as one of the most influential scientists in history. He was born on December 25, 1642, in Woolsthorpe, Lincolnshire, England, and died on March 20, 1727, in London. Here is a brief biography of Isaac Newton:


**Early Life:**

1. **Birth and Childhood:** Newton was born prematurely and his father died just three months before he was born. His mother, Hannah Ayscough Newton, remarried when he was three years old, leaving him to be cared for by his maternal grandmother. He showed early signs of exceptional intelligence.


2. **Education:** Newton attended The King's School in Grantham and later entered Trinity College, Cambridge, in 1661. He studied various subjects, including mathematics, philosophy, and physics.


**Scientific and Mathematical Achievements:**

1. **Calculus:** Newton independently developed calculus, a branch of mathematics that deals with rates of change and integrals. He did this work around the same time as the German mathematician Gottfried Wilhelm Leibniz, leading to a dispute over the priority of the invention.


2. **Laws of Motion:** Newton formulated the three laws of motion that laid the groundwork for classical mechanics.

   - *First Law (Law of Inertia):* An object at rest stays at rest, and an object in motion stays in motion with the same speed and in the same direction unless acted upon by an unbalanced external force.

   - *Second Law (Law of Acceleration):* The acceleration of an object is directly proportional to the net force acting upon the object and inversely proportional to the object's mass (F = ma).

   - *Third Law (Action and Reaction):* For every action, there is an equal and opposite reaction.


3. **Law of Universal Gravitation:** Newton formulated the law of universal gravitation, which states that every mass attracts every other mass in the universe with a force proportional to the product of their masses and inversely proportional to the square of the distance between their centers.


**Other Contributions:**

1. **Optics:** Newton conducted groundbreaking work in optics, demonstrating that white light is composed of a spectrum of colors. He also built the first practical reflecting telescope, known as the Newtonian telescope.


2. **Alchemy and Theology:** Newton had a keen interest in alchemy and theology. He wrote extensively on these topics, exploring the mystical and spiritual aspects of life.


**Later Years and Legacy:**

1. **Royal Society:** Newton became a member of the Royal Society in 1672 and was later elected its president. He played a key role in transforming the Royal Society into one of the most respected scientific organizations in Europe.


2. **Knighthood:** Newton was knighted by Queen Anne in 1705, and he became Sir Isaac Newton.


3. **Death:** Newton passed away on March 20, 1727, in London. He was buried in Westminster Abbey.


Isaac Newton's work laid the foundation for classical mechanics and modern physics. His laws of motion and law of universal gravitation were revolutionary, shaping the way we understand the physical world. Newton's ideas have had a profound and lasting impact on science and continue to influence various fields to this day.

Share:

Pascal a French mathematician teoretis

 



Blaise Pascal was a French mathematician, physicist, inventor, writer, and philosopher born on June 19, 1623, in Clermont-Ferrand, France. He made significant contributions to various fields, including mathematics, physics, and philosophy. Here is a brief biography of Blaise Pascal:


**Early Life:**

1. **Family Background:** Blaise Pascal came from a well-educated family. His father, Étienne Pascal, was a civil servant and tax collector, while his mother, Antoinette Begon, died when Pascal was only three years old.


2. **Education:** Pascal's father provided him with an excellent education. By the age of 12, Pascal had started independently studying Euclidean geometry, and by 16, he wrote a paper on conic sections.


**Scientific and Mathematical Contributions:**

1. **Pascal's Theorem:** In mathematics, Pascal is famous for Pascal's Theorem, a fundamental concept in projective geometry that describes the relationships between the six vertices of any hexagon inscribed in a conic section.


2. **Pascal's Triangle:** He made important contributions to probability theory and the development of the arithmetic triangle that bears his name, known as Pascal's Triangle. Each number in the triangle is the sum of the two directly above it.


3. **Hydraulic Press and Pascal's Law:** Pascal made contributions to fluid mechanics, particularly with the invention of the hydraulic press. He also formulated Pascal's Law, which states that a change in pressure applied to an enclosed fluid is transmitted undiminished to all portions of the fluid and to the walls of its container.


**Religious and Philosophical Works:**

1. **Conversion:** After a mystical experience in 1654, Pascal underwent a religious conversion and became devoted to Christianity, joining the Jansenist movement within the Catholic Church.


2. **Pensées:** Pascal wrote a collection of philosophical and theological thoughts known as "Pensées" (Thoughts), which he left unfinished at his death. The work explores themes such as faith, reason, and the human condition.


**Death:**

Blaise Pascal's life was cut short when he died of a severe illness on August 19, 1662, at the age of 39. Despite his relatively short life, Pascal's contributions to mathematics, physics, and philosophy had a lasting impact.


Blaise Pascal's work laid the foundation for advancements in probability theory, mathematics, and fluid mechanics. His influence extended to various scientific and philosophical disciplines, and his legacy continues to be studied and celebrated in these fields.


Pascal is a high-level programming language designed by Niklaus Wirth in the late 1960s and named after the French mathematician and philosopher Blaise Pascal. It was initially developed as a language for teaching programming and good software engineering practices.


Key features of Pascal include:


1. **Readability and Structure:** Pascal emphasizes code readability and a structured programming approach. It enforces the use of structured programming constructs like procedures and functions.


2. **Strong Typing:** Pascal is a strongly typed language, meaning that variable types must be explicitly declared, and type conversions are not automatically performed.


3. **Procedures and Functions:** Pascal supports the modular programming paradigm with the use of procedures and functions. Procedures are used for code blocks that perform a specific task, while functions return a value.


4. **Control Structures:** It includes standard control structures like if-then-else statements, case statements, and loops (while, repeat-until, for).


5. **Data Types:** Pascal has a variety of built-in data types, including integers, real numbers, characters, booleans, arrays, records, and sets.


6. **Pointers:** Pascal supports pointers, but it enforces strong type-checking even when using pointers.


7. **File Handling:** Pascal provides built-in file handling capabilities, allowing easy manipulation of files.


8. **Standardization:** Pascal has gone through several revisions and standardizations, with ISO Pascal and Extended Pascal being some of the standardized versions.


Despite its historical significance and influence on later languages, Pascal is not as widely used in modern software development compared to languages like C++, Java, or Python. However, its influence is evident in the development of languages like Delphi, which is an Object Pascal-based language used for building Windows applications. Pascal is also known for its role in the development of the operating system Oberon.

Share:

Nicola Tesla Technical Support Engineer Teory

 


Nikola Tesla was a Serbian-American inventor, electrical engineer, mechanical engineer, and futurist, born on July 10, 1856, in what is now Smiljan, Croatia, which was part of the Austrian Empire at the time. Here is a brief biography of Nikola Tesla:


Early Life

1. **Birth and Family:** Tesla was born to Serbian parents. His father, Milutin Tesla, was a Serbian Orthodox priest, and his mother, Georgina Đuka Tesla, was an inventor of household appliances.


2. **Education:** Tesla attended the Technical University of Graz and later the University of Prague but did not complete his degree. He left the universities to pursue a career in electrical engineering.


**Career:**

1. **Early Career:** Tesla began his career working for the Continental Edison Company in Paris and later emigrated to the United States in 1884.


2. **Work with Thomas Edison:** Tesla briefly worked with Thomas Edison, but the two had differing views on electrical systems. Tesla advocated for alternating current (AC), while Edison favored direct current (DC). This led to the famous "War of Currents."


3. **Alternating Current (AC):** Tesla's most significant contributions were in the development and promotion of AC electrical systems, which are the basis of modern electrical power distribution.


4. **Inventions:** Tesla held numerous patents for his inventions, including the induction motor, Tesla coil, transformer, and various electrical power distribution systems.


5. **Wardenclyffe Tower:** Tesla envisioned a wireless communication and power transmission system and started work on the Wardenclyffe Tower on Long Island, New York. However, the project was never completed due to financial difficulties.


**Later Years:**

1. **Financial Struggles:** Despite his brilliant inventions, Tesla faced financial difficulties throughout his life. He often struggled to secure funding for his projects.


2. **Death:** Nikola Tesla died on January 7, 1943, in New York City, at the age of 86. He spent his last years in relative obscurity and poverty.


**Legacy:**

1. **Recognition:** While Tesla did not receive widespread recognition during his lifetime, his contributions to electrical engineering and technology have been acknowledged in the years following his death.


2. **Honors and Tributes:** Today, Tesla is celebrated as one of the most influential inventors and engineers in history. His name is associated with the unit of magnetic flux density (the tesla), and his legacy continues to inspire scientists and engineers.


Nikola Tesla's life and work had a profound impact on the development of electrical systems, and he remains a figure of great interest and admiration in the fields of science and technology.


If you are referring to Nikola Tesla and his scientific contributions, Tesla was a Serbian-American inventor, electrical engineer, mechanical engineer, and futurist known for his revolutionary work in the development of alternating current (AC) electrical systems, among other things. Here are some key aspects of Tesla's work:


1. **Alternating Current (AC):** Tesla played a crucial role in the development and promotion of AC electrical systems. His work was in direct competition with Thomas Edison, who was advocating for direct current (DC) systems. Ultimately, AC became the dominant method for the generation, transmission, and distribution of electrical power.


2. **Tesla Coil:** Tesla is famous for inventing the Tesla coil, a resonant transformer circuit that produces high-voltage, low-current, high-frequency alternating-current electricity. Tesla coils are still used today in various applications, including radio technology and entertainment (such as in Tesla coil shows).


3. **Induction Motor and Polyphase System:** Tesla developed the induction motor and contributed to the development of the polyphase alternating current system, which enables the efficient generation, transmission, and use of AC power. This system is the basis for modern electrical power distribution.


4. **Wireless Transmission of Power:** Tesla had ambitious ideas for wireless transmission of power. While he never fully realized this concept on a large scale, he did experiments and held patents related to wireless power transmission.


5. **Tesla's Wardenclyffe Tower:** Tesla's Wardenclyffe Tower was intended to be a wireless telecommunications and power transmission facility. Although the tower was never completed, it represents Tesla's vision for global wireless communication and energy transmission.


It's important to note that while Tesla was a brilliant inventor and visionary, some of his ideas and projects were not fully realized or were considered unconventional in his time. Tesla's contributions have gained more recognition and appreciation in recent years for their impact on the development of modern electrical systems and technology.

Share:

16/01/24

Karl Marx Materialisme Historis De Rush

 Karl Marx Materialisme Historis De Rush



Teori Marxis mengacu pada seperangkat gagasan dan konsep yang berasal dari pemikiran Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895). Ini adalah suatu kerangka konseptual yang mencakup analisis ekonomi, sosial, dan politik masyarakat kapitalis. Berikut adalah beberapa elemen kunci dari Teori Marxis:


Materialisme Historis

   - Marx dan Engels mengembangkan konsep materialisme historis, yang menyatakan bahwa struktur ekonomi masyarakat (produksi dan distribusi barang dan jasa) adalah motor utama perubahan sejarah. Mereka berpendapat bahwa evolusi masyarakat melibatkan konflik kelas yang mendorong perubahan sosial.


Kapitalisme dan Alienasi

   - Marx menganalisis kapitalisme sebagai sistem ekonomi di mana hubungan kapitalis dan pekerja menciptakan alienasi, yaitu perasaan terasingnya pekerja dari hasil kerjanya, proses produksi, dan bahkan dari diri mereka sendiri.


Konflik Kelas

   - Teori Marxis menekankan konflik antara dua kelas utama dalam masyarakat kapitalis: proletariat (kelas pekerja) dan borjuasi (kelas pemilik modal). Marx memprediksi bahwa konflik antara kelas-kelas ini akan mencapai puncaknya dan menyebabkan perubahan mendasar dalam bentuk revolusi proletar.


Revolutionary Socialism

   - Marx dan Engels memandang revolusi proletariat sebagai sarana untuk menggulingkan kapitalisme. Mereka mengusulkan pembentukan masyarakat sosialis di mana kepemilikan privat atas alat produksi dihapuskan, dan kontrol atas produksi diambil alih oleh kelas pekerja secara kolektif.


Sosialisme dan Komunisme

   - Sosialisme dipandang sebagai tahap transisi menuju masyarakat komunis yang lebih maju, di mana tidak ada kelas dan tidak ada kepemilikan pribadi. Dalam masyarakat komunis, sumber daya akan dimiliki bersama dan distribusi akan didasarkan pada kebutuhan.


Imperialisme dan Kapitalisme Monopoli

   - Teori Marxis kemudian dikembangkan oleh para pemikir seperti Lenin untuk memasukkan konsep imperialisme, yang merupakan fase lanjutan kapitalisme di mana kapitalis mencari pasar dan sumber daya di luar negeri, sering kali melalui kolonisasi.


Kritik terhadap Ideologi

   - Marx dan Engels mengembangkan gagasan bahwa ideologi masyarakat terbentuk oleh struktur ekonomi. Mereka menyebutnya sebagai "kesadaran kelas," di mana pandangan dunia dan nilai-nilai masyarakat tercermin dalam kepentingan kelas dominan.


Teori Nilai Buruh

   - Marx mengembangkan teori nilai buruh yang menyatakan bahwa nilai barang dan jasa diukur oleh jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk memproduksinya. Ini berkontribusi pada analisisnya tentang eksploitasi pekerja dalam sistem kapitalis.


Teori Marxis telah menjadi dasar untuk berbagai aliran pemikiran dan gerakan politik di seluruh dunia, tetapi juga telah menjadi sumber perdebatan dan kritik yang intens. Meskipun beberapa elemennya telah diadaptasi dan dikembangkan oleh teori-teori lain, Teori Marxis tetap memainkan peran penting dalam pemikiran sosial dan politik kontemporer.


Karl Marx


Kelahiran

   - Karl Marx lahir pada 5 Mei 1818, di Trier, Kerajaan Prusia (sekarang bagian dari Jerman Barat).


Latar Belakang Keluarga

   - Marx berasal dari keluarga berlatar belakang Yahudi, namun keluarganya berpindah ke Protestanisme karena peraturan anti-Yahudi di Prusia. Ayahnya, Heinrich Marx, adalah seorang pengacara.


Pendidikan dan Studi Universitas

   - Marx belajar hukum di Universitas Bonn dan kemudian di Universitas Berlin. Di Berlin, ia terpapar pada pemikiran filsuf Jerman, termasuk Hegel, yang sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran Marx.


Aktivisme Jurnalis

   - Marx mulai terlibat dalam jurnalisme dan menjadi editor beberapa surat kabar radikal. Pada tahun 1843, ia pindah ke Paris, di mana ia mendalami pemikiran sosialis dan menjadi terlibat dalam kelompok pemikir radikal.


Pertemuan dengan Friedrich Engel

   - Pada tahun 1844, Marx bertemu dengan Friedrich Engels, seorang filsuf dan pengusaha. Pertemuan ini mengawali kemitraan intelektual yang kuat antara keduanya. Bersama-sama, mereka menulis beberapa karya yang paling berpengaruh dalam sejarah pemikiran sosialis.


Pemikiran Filosofis

   - Marx mengembangkan pemikiran filosofisnya, terutama melalui kritik terhadap filsafat Hegelian dan pengembangan konsep materialisme historis, yang menjadi dasar teori sejarah dan analisisnya terhadap masyarakat kapitalis.


Manifesto Komunis

   - Pada tahun 1848, Marx dan Engels menerbitkan "Manifesto Komunis," sebuah dokumen yang menjadi landasan bagi gerakan komunis. Di dalamnya, mereka menyatakan prinsip-prinsip dasar teori komunis.


Pengasingan

   - Karena aktivitas politiknya yang radikal, Marx mengalami pengasingan dari berbagai negara Eropa. Pada saat hidupnya, ia tinggal di beberapa tempat seperti Paris, Brussels, dan London.


Das Kapital

   - Karya utama Marx adalah "Das Kapital" yang diterbitkan secara parsial selama hidupnya dan kemudian diselesaikan oleh Engels setelah kematiannya. "Das Kapital" adalah kritik tajam terhadap kapitalisme, menguraikan teori nilai buruh, eksploitasi, dan dinamika kapitalisme.


Kematian

    - Karl Marx meninggal pada 14 Maret 1883, di London, Inggris. Pemakamannya di Highgate Cemetery di London menjadi tempat peringatan dan pemujaan bagi pengikutnya.


Warisan dan Pengaruh

    - Pemikiran Marx memengaruhi secara mendalam sejarah politik dan sosial. Teori ekonominya, analisis konflik kelas, dan pemikiran filosofisnya membentuk dasar bagi gerakan sosialis dan komunis di abad ke-20. Meskipun kontroversial, warisan Marx terus diperdebatkan dan diselidiki oleh banyak ilmuwan, pemikir, dan aktivis hingga hari ini.

Share:

Vladimir Lenin Revolusioner De Bolshevik Rush

 Vladimir Lenin Revolusioner De Bolshevik Rush



 Lenin adalah tokoh kunci dalam revolusi Bolshevik di Rusia dan merupakan pemimpin Uni Soviet pertama. Berikut adalah beberapa poin utama dalam pemikiran dan ideologi Lenin:


Imperialisme sebagai Tahap Tertinggi Kapitalisme

   - Lenin mengembangkan teorinya tentang imperialisme sebagai tahap tertinggi kapitalisme. Menurutnya, pada tahap ini, negara-negara kapitalis bersaing untuk mendapatkan keuntungan dan sumber daya di negara-negara jajahan.


Revolusi Sosialis


   - Lenin percaya bahwa revolusi sosialis harus dipimpin oleh kelas pekerja dan partai revolusioner. Ia menganggap penting bagi proletar untuk merebut kekuasaan secara aktif.


Partai Vanguard

   - Lenin mengusulkan pembentukan partai vanguard yang terdiri dari revolusioner profesional untuk memimpin kelas pekerja. Partai ini diharapkan menjadi pemimpin yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tujuan revolusi dan jalannya peristiwa sejarah.


Diktatoriat Proletar

   - Dalam konsepnya tentang diktatoriat proletariat, Lenin menganggap perlu untuk memiliki kekuasaan sentral yang kuat di tangan partai komunis guna melawan ancaman dari kelas kapitalis dan mendukung pembangunan sosialisme.


Tanah dan Industri Nasionalisasi

   - Lenin memperjuangkan nasionalisasi tanah dan industri sebagai langkah awal menuju sosialisme. Ini mencakup transfer kepemilikan tanah dan industri dari sektor swasta ke tangan negara.


Penarikan dari Perang Dunia I

   - Lenin memainkan peran kunci dalam penarikan Rusia dari Perang Dunia I. Dengan menandatangani Traktat Brest-Litovsk pada 1918, Lenin memastikan perdamaian dengan Jerman, meskipun dengan mengorbankan wilayah.


Ekonomi Perang

   - Selama Perang Saudara, Lenin mengimplementasikan kebijakan ekonomi perang, termasuk "Komunisme Perang," yang melibatkan kontrol penuh negara terhadap industri dan ekonomi untuk mendukung upaya perang melawan pasukan anti-Bolshevik.


Pengaruh pada Pemikiran Komunis Internasional

   - Pemikiran Lenin memberikan dasar bagi pengembangan ideologi Marxis-Leninisme, yang menjadi dasar bagi Partai Komunis di berbagai negara dan gerakan komunis internasional.


Pemikiran Lenin terutama membentuk dasar ideologi dan kebijakan di Uni Soviet dan memengaruhi gerakan komunis internasional di abad ke-20.


Vladimir Lenin


Kelahiran

   - Vladimir Ilyich Ulyanov, yang lebih dikenal dengan nama samaran Lenin, lahir pada 22 April 1870, di Simbirsk, Rusia.


Latar Belakang Keluarga

   - Lenin berasal dari keluarga bangsawan kecil dan memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Ayahnya, Ilya Ulyanov, adalah seorang petugas tinggi di pemerintahan.


Pengaruh Akademis dan Radikalisasi

   - Lenin memasuki Universitas Kazan untuk belajar hukum. Di sana, ia terpapar pada pemikiran radikal dan menjadi aktif dalam gerakan mahasiswa revolusioner.


Kehilangan Keluarga dan Peningkatan Aktivitas Politik

   - Kehidupan Lenin berubah setelah kematian ayahnya dan pengusiran keluarganya oleh rezim Tsar. Hal ini memperkuat sikap Lenin terhadap keadilan sosial dan memicu keterlibatannya dalam aktivitas politik anti-pemerintah.


Peran dalam Revolusi Rusia 1905

   - Lenin memainkan peran kunci dalam Revolusi Rusia tahun 1905 dan memimpin serangan bersenjata di St. Petersburg. Meskipun revolusi itu gagal, Lenin memperoleh reputasi sebagai pemimpin revolusioner.


Exile dan Pembentukan Partai Bolshevik

   - Setelah kegagalan revolusi, Lenin diasingkan ke luar negeri. Di sana, ia terus mengembangkan ide-ide Marxis dan bersama-sama dengan para pendukungnya, membentuk Partai Bolshevik pada tahun 1912.


Peran dalam Revolusi Rusia 1917

   - Lenin kembali ke Rusia setelah pecahnya Revolusi Februari 1917. Pada bulan Oktober (menurut kalender Gregorian), ia memimpin Bolshevik dalam merebut kekuasaan dalam Revolusi Oktober 1917. Setelah menggulingkan pemerintahan Provisional, Lenin menjadi pemimpin Soviet Rusia.


Kebijakan dan Rezim

   - Sebagai pemimpin Uni Soviet, Lenin mengenalkan kebijakan-kebijakan seperti perdamaian dengan Jerman (Traktat Brest-Litovsk) dan pembagian tanah (dekrit tanah). Ia juga memulai era komunisme perang yang melibatkan perang saudara melawan kelompok anti-Bolshevik yang dikenal sebagai Putih.


Wabah Perlawanan dan Perang Saudara

   - Era kepemimpinan Lenin ditandai oleh perlawanan kuat dari kelompok kontra-revolusioner dan perang saudara di Rusia, yang berlangsung hingga tahun 1922.


Kematian

    - Lenin meninggal pada 21 Januari 1924, setelah menderita serangan strok beberapa kali. Jenazahnya diawetkan dan ditempatkan dalam Mausoleum Lenin di Lapangan Merah, Moskow.


Meskipun Lenin adalah tokoh yang kritis dalam membawa Bolshevik berkuasa dan mendirikan negara komunis, kebijakannya juga menjadi sumber kontroversi dan pemberontakan. Setelah kematiannya, pemikirannya diadaptasi dan dimodifikasi oleh penerusnya, termasuk Josef Stalin.

Share:

Vissarionovich Josef An De Human Society Rush

 Vissarionovich Josef An De Human Society Rush



Pemikiran Josef Stalin tercermin dalam ideologi dan kebijakan politiknya selama kepemimpinannya di Uni Soviet. Stalin adalah seorang tokoh yang kontroversial, dan pemikirannya tercermin dalam beberapa konsep utama:

Sosialisme dalam Satu Negara:

   - Salah satu konsep utama Stalin adalah "sosialisme dalam satu negara," yang menunjukkan keyakinannya bahwa Uni Soviet dapat mencapai sosialisme secara mandiri, tanpa perlu menunggu revolusi di negara-negara kapitalis lainnya. Ini menjadi perbedaan dengan pemikiran awal kaum Bolshevik yang awalnya memandang revolusi sosialis sebagai fenomena global.


Industrialisasi dan Modernisasi:

   - Stalin menerapkan serangkaian rencana lima tahun untuk mempercepat industrialisasi Uni Soviet. Fokusnya adalah pada pengembangan sektor industri dan pertanian untuk meningkatkan daya saing negara secara ekonomi dan militer. Meskipun program ini berhasil meningkatkan kekuatan industri, dampaknya terhadap masyarakat juga termasuk penderitaan dan korban.


Kolektivisasi Pertanian:

   - Salah satu langkah besar Stalin adalah kolektivisasi pertanian, di mana tanah dan alat-alat pertanian diambil alih oleh negara dan digabungkan ke dalam kolektif pertanian. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, tetapi seringkali menyebabkan kelaparan dan penderitaan di antara petani.


Kultus Individualitas:

   - Stalin membangun kultus individualitas di sekitar dirinya, di mana kehadirannya dianggap sangat penting dan diromantisasi. Potret Stalin sering kali terlihat di seluruh Uni Soviet, dan banyak propaganda yang menciptakan citra pemimpin yang tak tergantikan.


Terror dan Represi Politik:

   - Salah satu aspek paling gelap dari kepemimpinan Stalin adalah periode teror dan represi politik yang dikenal sebagai "Great Purge." Ribuan orang, termasuk anggota Partai Komunis, militer, dan rakyat umum, dieksekusi atau dipenjara karena dianggap sebagai musuh negara atau pengkhianat.


Realisme Sosialis:

   - Dalam bidang seni dan sastra, Stalin menganjurkan konsep "realisme sosialis," yang mengharuskan karya seni dan sastra mencerminkan nilai-nilai sosialis dan melayani tujuan propagandis negara.


Pemikiran Stalin dipenuhi dengan elemen-elemen otoriter dan represif, dan dampak kebijakannya terhadap masyarakat Uni Soviet sangat kompleks. Meskipun terdapat beberapa prestasi seperti kemenangan dalam Perang Dunia II dan pencapaian industri, pemerintahan Stalin juga dipenuhi dengan pelanggaran hak asasi manusia dan penderitaan rakyat.

Josef Stalin bukanlah seorang jenderal, tetapi ia adalah pemimpin politik Uni Soviet yang sangat berpengaruh. Berikut adalah ringkasan biografi singkatnya:


Josef Stalin

Kelahiran

   - Josef Vissarionovich Dzhugashvili lahir pada 18 Desember 1878, di Gori, Kekaisaran Rusia (sekarang Georgia).


Awal Kehidupan

   - Stalin berasal dari latar belakang keluarga petani miskin. Ayahnya meninggal ketika Stalin masih muda, dan ibunya bekerja keras untuk mendukung keluarganya.


Keterlibatan dalam Gerakan Revolusioner

   - Stalin bergabung dengan gerakan revolusioner Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin. Ia menggunakan nama samaran "Stalin," yang berarti "orang besi" dalam bahasa Rusia.


Peran dalam Revolusi Rusia 1917

   - Stalin memainkan peran penting dalam Revolusi Oktober 1917 yang membawa Bolshevik menggulingkan pemerintah Provisional.


Penguasaan Kekuasaan

   - Setelah Lenin meninggal pada tahun 1924, Stalin naik ke puncak kekuasaan dalam pertarungan kepemimpinan internal. Ia menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet pada tahun 1922.


 Pembangunan Negara

   - Stalin memulai serangkaian rencana lima tahun untuk industrialisasi dan modernisasi Uni Soviet. Meskipun berhasil meningkatkan kekuatan industri dan militer Uni Soviet, program ini juga menyebabkan penderitaan besar bagi rakyat.


 Era Teror

   - Pada akhir 1930-an, Stalin memulai periode "Great Purge" atau "Terror," di mana ribuan orang dianggap sebagai musuh negara dan dieksekusi atau dipenjara.


Peran dalam Perang Dunia II

   - Stalin memimpin Uni Soviet selama Perang Dunia II melawan Jerman Nazi. Uni Soviet memainkan peran besar dalam mengalahkan pasukan Jerman di Front Timur.

 Konferensi Potsdam:

   - Setelah perang, Stalin bertemu dengan pemimpin Sekutu di Konferensi Potsdam (1945) untuk membahas pembagian Jerman dan rekonstruksi Eropa pasca-perang.


Kematian:

   - Stalin meninggal pada 5 Maret 1953. Kematian Stalin membuka jalan bagi perubahan signifikan dalam kepemimpinan Uni Soviet dan periode destalinisasi di bawah kepemimpinan Nikita Khrushchev.


Josef Stalin adalah sosok yang kontroversial dan memiliki dampak yang signifikan terhadap sejarah Uni Soviet. Meskipun ia dihormati karena perannya dalam mengalahkan Jerman Nazi selama Perang Dunia II, kebijakannya juga dipenuhi dengan represi politik dan kekejaman terhadap rakyatnya sendiri.


Share:

09/01/24

PERISTROSOPHIA | THE MYRACLE OF SOCIAL CURTURAL PHILSUF



Sahabat peristrosophia , mengawali lagi sebuah hasil karya pemikiran, tentang kehidupan manusia yang
begitu menarik untuk selalu dicermati . Dengan ini , berkenaan tentang ilmu sosial masyarakat. Tentunya banyak seakali pemikiran yang muncul tentang ilmu kehidupan manusia . salah satu hal yang diangkat berkenaan dengan teori kemasyaraatan August comte.

AUGUST COMTE
Seseorang philsuf dalam ilmu sosial
Auguste Comte was a French philosopher born on January 19, 1798 in Montpellier, FranceHe is known as the founder of sociology and positivismComte’s father, Louis Comte, was a tax official, and his mother, Rosalie Boyer, was a devout Roman CatholicComte was intellectually precocious and entered the École Polytechnique in Paris in 1814He read widely in philosophy and history and was especially interested in those thinkers who were beginning to discern and trace some order in the history of human societyComte’s most important acquaintance in Paris was Henri de Saint-Simon, a French social reformer and one of the founders of socialismComte gave the science of sociology its name and established the new subject in a systematic fashionHe died on September 5, 1857 in Paris at the age of 59.


Banyak yang mengkategorikan ilmu sosial, secara eksplisit. Baik itu, berkenaan dengan
masyarakat politik, sosiol , tentang masyarakat ekonomi), serta tentang masyarakat teknologi, tentu mengenai juga masyarakat agama yang sering kali dikenal masyarakat religi. Keajaiban dalam ilmu sosial seorang filsuf sering kali menghadirkan penomena yang baru , dan menarik untuk ditelisik. Pada abad ke-21 ini manusia menemukan kehidupan bersama tekhnologi. Semua kehidupan sosial bisa dengan baik berjalan berdampingan, bersama antara satu sama lain. 

PERSOALAN ATAU MASALAH FILSAFAT MAUPUN FILSUF, MENANGGAPI TERHADAP
MASALAH TERSEBUT, MENIMBULKAN TEORI-TEORI DAN SISTEM PEMIKIRAN SEPERTI MISALNYA IDEALISME, REALISME PRAGMATIS, FILSAFAT ANALITIK, EKSISTENSISME DARI FENOMENOLOGHIA, ATAU DENGANNYA AKSIOLOGI.  | DR.ALI MAKSUM, M.AG, MS.I


Tekhnologi sebuah ilmu yang mempelajari, beberapa bagian dalam ilmu listrik, menjadi sebuah perangkat yang membantu kehidupan manusia. Manusia tekhnologi adalah mereka yang berkerjasama dalam kehidupan biasa dengan cermat dan mudah, serta kecepatan yang begitu luas. Dari hal yang terlihat sederhana, menjadi mewah. kini listrik  dapat digunakan untuk memberikan cahaya pijar dalam sebuah ruangan yang gelap.  Menjadi teman dalam kehidupan nyata, ada kalanya tekhnologi sebagai kebutuhan sekunder, maupun tekhnologi menjadi kebutukan tersier. 

Bagai mana tekhnologi ditempatkan, kepada mereka para filsup ternama yang kita kenal.
Sahabat peristrosophia, tentunya kita mengenal media dahulu sebagai alat bantu dalam penyebaran berita saja. Ini mungkin kita anggap sebagai hal yang lumrah, demikian dengan teknologi yang dapat
digunakan sebagai bahan penunjang dalam kegiatan politik, sosial, ekonomi. Hal ini pun menjadikan tekhnologi menjadi alat yang sederhana digunakan. Keajaiban yang manusiawi ketika sosiologi sebagai ilmu murni dalam kemasyarakatan para filsuf , menjadikan bahan alat penunjang keberadaan
dirinya dalam menjelaskan sebuah pemikiran baru yang menarik untuk ketahui.


MAGIC
PHILSUFITA
Diera modern ini
teknologi sudah
menjadi makanan
sehari-hari bagi
berbagai kalangan
masyarakat. Hal ini
dibuktikan dengan
ramainya orang-
orang menggunakan
internet, media sosial,
dan sebagainya,
sehingga muncul
istilah yang disebut
dengan masyarakat
informasi. Secara
sederhana,
masyarakat informasi
merupakan
masyarakat yang
memusatkan
produksi, pertukaran
dan informasi.
[ Fakhrurroji, 2017]





Share:

Peristrsophia | Ontologia De Power knouledge Deconstructioo.

http:pixabay.com

 
Ontologia De Power knouledge Deconstructioo.   
Sahabat peristrosophia, ontologi de power knouledge deconstuctioo merupakan sebuah istilah dalam ilmu filsafat , ketika memasuki alam metodologi penelitian yang menjadi awal sebuah symbol dalam pemikiran yang berasal dari sebuah hakikat suatu hal yang diteliti, kini terungkap menjadi jawaban tentang asal dan usul sebuah  permasalahan yang ada.

Hakikat dalam bahasa sangsekerta merupakan rangkaian dari suatu unsur, sedangkan memasuki dari proses penelitian hakikat adalah proses pertama dimana manusia mengenal sesuatu hal yang tertera, dan dirambah oleh panca indera, mengenai rasa, cipta, serta citra.

Ontologi merupakan ilmu dalam mengenal hakikat sesuatu hal yang diteliti dengan seksama, dan hati-hati terhadap keberadaannya. Karena hal ini sangat memudahkan seorang peneliti atau ilmuan, menyelesaikan permasalahan yang ada serta sebuah langkah seorang peneliti dihadapkan terhadap sebuah kasus pertamanya.

(2013 : Simon) deconstruction sebuah pendekatan skeptis yang digagas oleh pilsuf perancis, derrida terhadap kemungkinan adanya makna koheren. Derrida menghadir dengan sadar bahwa suatu teks tidak punya satu titik pijakan  khusus, seperti maksud penulis atau suatu hubungan dengan realitas eksternal di masa penulisnya itu, yang umumnya dianggap signifikan untuk memahami sebuah teks.

Untuk menjaga sebuah keutuhan dalam hal yang abstrak terkadang harus secara hati hati, karena hakekat pada keberadaannya amatlah, riskan untuk kembali utuh secara sempurna. Maka dari itu munculah sebuah istilah, maupun bentuk, serta goresan agar sebuah hakikat dapat terdekonstruksikan.

Mengetahui bahwa, ilmu merupakan suatu hal yang terberit seorang anak manusia ketika dihadapkan pada proses mengingat sesuatu kejadian ataupun bahan ajaran,dengan spontanitas dia ucapkan. Terlepas dari istilah daesein (sebab) dan dasoul (akibat).

Definiendum (definiendum) sesuatu yang didefiisikan. Frasa atau kalimat yang mendefinisikan disebut definien.

Tentunya kita sekarang dapat mengetahui bahwa dekonstruksi adalah sebuah pemaparan hal yang terbersit dari sesuatu yang abstak menjadi sempurna atas hakikat keberadaannya.

 

 

 

 

Share:

19/12/23

Biografi Sosiolog | De Arcadea Ibnu Battutah

 


Ibn Battuta, fully named Abu Abdullah Muhammad Ibn Battuta, was a Moroccan scholar and explorer who is widely recognized for his extensive travels throughout the Islamic world and beyond during the 14th century. Here is a brief biography of Ibn Battuta:


- **Date of Birth:** February 25, 1304

- **Plaiograpice of Birth:** Tangier, Marinid Morocco

- **Date of Death:** 1368 or 1369 (exact date uncertain)

- **Place of Death:** Morocco


**Education:**

Ibn Battuta received his education in Islamic law at a young age. He studied in Tangier and furthered his studies in Islamic jurisprudence.


**Travels:**

Ibn Battuta is best known for his remarkable journeys, which spanned over three decades and covered nearly the entire Islamic world and beyond. His travels began in 1325 when he embarked on a pilgrimage (Hajj) to Mecca. However, unlike most pilgrims, he continued to travel extensively for many years, visiting regions such as:


- North Africa

- Arabian Peninsula

- Persia

- Central Asia

- Indian subcontinent

- Southeast Asia

- China

- Andalusia (Southern Spain)

- West Africa


He documented his experiences in a travelogue known as "Rihla" or "The Journey," providing valuable insights into the societies, cultures, and historical events of the places he visited.


**Career:**

During his travels, Ibn Battuta held various positions, including judge and advisor, in the courts of several rulers. His encounters with different cultures and civilizations greatly influenced his perspectives on the world.


**Legacy:**

Ibn Battuta's travels and writings are considered one of the most important travel accounts of the medieval period. His work provides a valuable historical and geographical record of the 14th-century Islamic world and beyond. His observations contribute to our understanding of the diverse societies and cultures of the time.


**Note:** Ibn Battuta's writings were in Arabic, and his work has been translated into various languages. The accuracy of some details in his travels has been a subject of scholarly discussion, but his impact on the historical record and our understanding of medieval societies remains significant.

Share:

08/12/23

Billbiography • Mahatma Gandhi

 

Doc . Picture: studiilmu.com


Name: Mohandas Karamchand Gandhi (Mahatma Gandhi)

Birth Date : October 2, 1869

Death Date: January 30, 1948

Birthplace:  Porbandar, Gujarat, India


Education:

Gandhi studied law at University College London and was called to the bar at the Inner Temple.


Family:

-   Wife:  Kasturba Gandhi

-  Children: Harilal, Manilal, Ramdas, and Devdas


Key Events in Gandhi's Life:


1. Early Life in India:

   - Born in Porbandar, Gandhi grew up in a Hindu merchant caste family.

   - Married Kasturba at the age of 13.

   - Traveled to London for law studies.


2. South Africa Years (1893-1914):

   - Gandhi went to South Africa to work as a lawyer and became involved in civil rights activism.

   - Developed his philosophy of nonviolent resistance (satyagraha) during protests against discrimination.

   - Formed the Natal Indian Congress and the Indian Opinion newspaper.


3. Return to India (1915):

   - Gandhi returned to India and became involved in the Indian independence movement.

   - Advocated for nonviolent civil disobedience as a means of achieving political and social change.


4. Champaran and Kheda Satyagrahas (1917-1918):

   - Led successful campaigns in Champaran and Kheda, addressing issues of indigo plantation and tax resistance.


5. Non-Cooperation Movement (1920-1922):

   - Launched the Non-Cooperation Movement, urging Indians to boycott British institutions, goods, and titles.

   - Called off the movement after the Chauri Chaura incident, where protesters turned violent.


6. Salt March (1930):

   - Protested the British salt monopoly by marching to the Arabian Sea and making salt in defiance of the salt tax.


7. Round Table Conferences (1930s):

   - Participated in talks with British leaders to discuss constitutional reforms for India.


8. Quit India Movement (1942):

   - Launched the Quit India Movement, demanding an end to British rule.

   - Arrested and imprisoned for nearly two years.


9. Independence and Partition (1947):

   - Played a key role in negotiations for India's independence and the subsequent partition into India and Pakistan.


10. Assassination (1948):

   - Assassinated in New Delhi by Nathuram Godse, a Hindu nationalist who opposed Gandhi's tolerance towards Muslims.


Legacy:

- Gandhi is widely regarded as the father of the Indian nation.

- His philosophy of nonviolence has influenced civil rights movements worldwide.

- Gandhi's birthday, October 2, is observed as the International Day of Non-Violence.


Autobiography:

- Gandhi wrote his autobiography, "The Story of My Experiments with Truth," which provides insights into his life, philosophy, and the struggles of the Indian independence movement.


Mahatma Gandhi, the leader of the Indian independence movement against British rule, was known for his philosophy of nonviolent resistance. His philosophy, often referred to as Gandhian philosophy or Gandhism, is rooted in several key principles:


1. Ahimsa (Nonviolence):  Gandhi's central philosophy was based on the principle of nonviolence or ahimsa. He believed in the power of love and compassion as a means to bring about social and political change without resorting to violence. According to Gandhi, nonviolence was not a sign of weakness but a powerful force that could transform individuals and societies.


2. Satyagraha (Truth Force):  Satyagraha, a term coined by Gandhi, means the force of truth. It is a philosophy and practice of nonviolent resistance. Satyagrahis seek to find the truth and confront injustice through nonviolent means, appealing to the conscience of the oppressor. The emphasis is on converting the opponent rather than defeating them.


3. Sarvodaya (Welfare of All): Gandhi's vision extended beyond political independence; he aimed at the upliftment of all sections of society. Sarvodaya, which means the welfare of all, advocates for the well-being and progress of every individual in society, with a special focus on the upliftment of the weakest and most marginalized.


4. Swadeshi (Self-sufficiency): Gandhi promoted the idea of swadeshi, encouraging self-sufficiency and the use of local resources. This extended to economic self-reliance and the promotion of cottage industries to empower local communities.


5. Simple Living: Gandhi himself embraced a simple and austere lifestyle. He believed in living a life of minimalism and self-discipline, avoiding materialism and extravagance. His philosophy emphasized the importance of inner development and spiritual growth.


6. Gandhi's Seven Social Sins: In his publication titled "Seven Social Sins," Gandhi listed what he considered as the obstacles to the progress of humanity. These sins include Wealth without work, Pleasure without conscience, Knowledge without character, Commerce without morality, Science without humanity, Worship without sacrifice, and Politics without principles.


7. Constructive Programme: Gandhi advocated for constructive work and programs as a positive means of social and political change. This involved building alternative institutions, promoting education, encouraging self-reliance, and addressing social issues at the grassroots level.


Gandhi's philosophy had a profound impact not only on the Indian independence movement but also on various civil rights and freedom movements worldwide. His commitment to nonviolence, truth, and the welfare of all continues to inspire people seeking social justice and positive change.


Share: