Sahabat peristrosophia , mengawali lagi sebuah hasil karya pemikiran, tentang kehidupan manusia yang
begitu menarik untuk selalu dicermati . Dengan ini , berkenaan tentang ilmu sosial masyarakat. Tentunya banyak seakali pemikiran yang muncul tentang ilmu kehidupan manusia . salah satu hal yang diangkat berkenaan dengan teori kemasyaraatan August comte.
AUGUST COMTE
Seseorang philsuf dalam ilmu sosial
Auguste Comte was a French philosopher born on January 19, 1798 in Montpellier, France. He is known as the founder of sociology and positivism. Comte’s father, Louis Comte, was a tax official, and his mother, Rosalie Boyer, was a devout Roman Catholic. Comte was intellectually precocious and entered the École Polytechnique in Paris in 1814. He read widely in philosophy and history and was especially interested in those thinkers who were beginning to discern and trace some order in the history of human society. Comte’s most important acquaintance in Paris was Henri de Saint-Simon, a French social reformer and one of the founders of socialism. Comte gave the science of sociology its name and established the new subject in a systematic fashion. He died on September 5, 1857 in Paris at the age of 59.
Banyak yang mengkategorikan ilmu sosial, secara eksplisit. Baik itu, berkenaan dengan
masyarakat politik, sosiol , tentang masyarakat ekonomi), serta tentang masyarakat teknologi, tentu mengenai juga masyarakat agama yang sering kali dikenal masyarakat religi. Keajaiban dalam ilmu sosial seorang filsuf sering kali menghadirkan penomena yang baru , dan menarik untuk ditelisik. Pada abad ke-21 ini manusia menemukan kehidupan bersama tekhnologi. Semua kehidupan sosial bisa dengan baik berjalan berdampingan, bersama antara satu sama lain.
PERSOALAN ATAU MASALAH FILSAFAT MAUPUN FILSUF, MENANGGAPI TERHADAP
MASALAH TERSEBUT, MENIMBULKAN TEORI-TEORI DAN SISTEM PEMIKIRAN SEPERTI MISALNYA IDEALISME, REALISME PRAGMATIS, FILSAFAT ANALITIK, EKSISTENSISME DARI FENOMENOLOGHIA, ATAU DENGANNYA AKSIOLOGI. | DR.ALI MAKSUM, M.AG, MS.I
Tekhnologi sebuah ilmu yang mempelajari, beberapa bagian dalam ilmu listrik, menjadi sebuah perangkat yang membantu kehidupan manusia. Manusia tekhnologi adalah mereka yang berkerjasama dalam kehidupan biasa dengan cermat dan mudah, serta kecepatan yang begitu luas. Dari hal yang terlihat sederhana, menjadi mewah. kini listrik dapat digunakan untuk memberikan cahaya pijar dalam sebuah ruangan yang gelap. Menjadi teman dalam kehidupan nyata, ada kalanya tekhnologi sebagai kebutuhan sekunder, maupun tekhnologi menjadi kebutukan tersier.
Bagai mana tekhnologi ditempatkan, kepada mereka para filsup ternama yang kita kenal.
Sahabat peristrosophia, tentunya kita mengenal media dahulu sebagai alat bantu dalam penyebaran berita saja. Ini mungkin kita anggap sebagai hal yang lumrah, demikian dengan teknologi yang dapat
digunakan sebagai bahan penunjang dalam kegiatan politik, sosial, ekonomi. Hal ini pun menjadikan tekhnologi menjadi alat yang sederhana digunakan. Keajaiban yang manusiawi ketika sosiologi sebagai ilmu murni dalam kemasyarakatan para filsuf , menjadikan bahan alat penunjang keberadaan
dirinya dalam menjelaskan sebuah pemikiran baru yang menarik untuk ketahui.
MAGIC
PHILSUFITA
Diera modern ini
teknologi sudah
menjadi makanan
sehari-hari bagi
berbagai kalangan
masyarakat. Hal ini
dibuktikan dengan
ramainya orang-
orang menggunakan
internet, media sosial,
dan sebagainya,
sehingga muncul
istilah yang disebut
dengan masyarakat
informasi. Secara
sederhana,
masyarakat informasi
merupakan
masyarakat yang
memusatkan
produksi, pertukaran
dan informasi.
[ Fakhrurroji, 2017]

0 komentar:
Posting Komentar