Hal ini dianalogikan seperti sebuah lemari
yang akan dipersiapkan dengan berbagai macam
buku.
lantas bagai manakah , kinerja filsafat dapat menjadi sebuah ilmu bantu dalam ilmu sosial.
terkadang kita sering melupakan bagian terpenting dalam ilmu filsafat yakni retorika. dimana
proses dari mengskemakan hasil berfikir tersusun dalam sebuah ucapan yang baik. Tentunya, ini memerlukan
sebuah proses dan penelitian yang begitu mendalam.
dengan demikian kita dapat mempermudah bersosialisasi dengan lingkungan maupun tempat kita berada.
selain ilmu yang diperbincangkan kitapun berkehendak untuk saling mempertebal garis sosialisasi kita,
dalam mencapai titik kehidupan manusia yang sempurna dengan sedemikian rupa bentuknya.
Philosophia and impacted for Sosiologi Knowladge, adalah sebuah ungkapan dimana manusia dapat, beradaptasi dengan
siapa saja dan dimana saja. kemudian hal ini sangat begitu menunjang terhadap kualitas bersosiologi setiap manusia.
ilmu sering kali sangat diidentikan menjadi beban yang begitu berat, karena kita lihat persefsi lemari yang asalnya
kosong, sontak menjadi begitu berat dengan adanya beban buku.
Academica sangat jelas dimana kita mempersefsikan sepasang
manusia yang sedang membicarakan hal yang menarik , asik, dan penuh dengan kenangan. kenapa hal ini tidak dirasakan
berat. padahal kita sedang mengambil sebuah buku yang begitu berharga dalam sebuah lemari karena kita perlu sebuah
referensi.
Ternyata dalam proses mengingat dan spotanisai pembicaraan, semisal sebuah kenangan, memiliki jarak not atau cahaya yang
begitu selaras (margine) dikalikan kecepatan yang begitu stagnan. hal ini diasumsikan menjadi hal yang nyaman untuk
diketahui dilakukan. dimana setiap orang dapat mengingat semua hal yang begitu indah dalam pikiran,
dengan lawan bicaranya.
Tidakah kita mengingat dalam sebuah kehidupan, ketika seorang manusia paling sempurna mendapatkan sebuah wahyu. ini menjadi
spekulasi, benarkah wahyu berasal dari otak manusia atau wahyu berasal dari alam lain yang begitu maha sempurna.
kemudian apa yang dibicarakan orang yang sering kali berbicara sendiri, apakah ia sedang menggali wahyunya. atau proses
bergerak sendiri diasumsikan mencari wahyunya.
ini hanya selentingan dalam argumen, seseorang yang berfikir dan mengetik, lantas bibirnya bergerak melapalkan, demikianlah
makna sebuah doa, yang terfokuskan terhadap keinginan dan terlapalkan secara cepat melalui hati, dengan sebah kehendak yang
besar menjadi hal yang nyata.
jadi dapat dibicarakan bahwa phillosophia adalah sebuah pencapaian tertinggi dalam doa dimana manusia dapat bersosialisasi
dengan sempurna. semoga hal ini menjadikan kita, lebih baik dan menjadikan semua komunitas kita bertambah bermanfaat. serta
mempermudah kita dalam mengenal diri dan sesama.

0 komentar:
Posting Komentar