08/08/22

περιστρωσοφια | SYMBOLIC SEMIOTICA

    

 

DOC : WIKIPEDIA.COM/Semiotik

 Simbol dalam mengenal tren dan makna : 

oleh : Heru Wahyudin

Secara etimologis, kata simbol berasal dari bahasa Yunani, symballein, Sobat Zenius. Symballein merupakan kata kerja yang artinya menyatukan atau mengumpulkan. Dalam buku Kamus Istilah Sastra, yang ditulis oleh Hartoko dan Rahmanto (1998), symballein berarti melemparkan bersama suatu benda atau perbuatan yang dikaitkan dengan suatu ide. 

Frederick William Dillistone (1903-1993), seorang profesor teologi dan penulis buku-buku tentang simbol juga menyampaikan bahwa simbol adalah suatu benda yang memiliki bentuk atau pola seperti gambar dan bahasa, yang dicocokan dengan benda lainnya. 

 HUMAN AND SYMBOLIC COMUNICATION

Makna dari simbol simbol

Kembali lagi ke pembahhasan diatas bahwa simbol merupakan alat atau benda untuk menjelaskan atau memaparkan suatu tujuan yang dimana tujuan itu menjadi tersampaikan kepada yang melihat, kepada yang mendengar, kepada yang merasakan secara baik dan indah.

Dan makna dari simbol simbol tidak bisa lepas dengan manusia karna seluruh aktivitas manusia menggunakan simbol dalam kehidupannya, dengan imajinasinya, kreativitas dan emosionalitas menyuguhkan suatu karya lewat simbol

Maka dari itu adanya simbol terlihat oleh penonton adalah dengan karya dari gambar lewat goresan kemudian warna dan volume besaran suatu gambar menjelaska kepada penonton bahwa gambar tersebut menjadikan wujud nyata .

Kemudian simbol lewat nada atau bunyi – bunyian sering dipakai untuk menandakan suatu kejadian bahkan peristiwa yang dialami oleh manusia itu sendiri agar orang yang medengarkan tahu keberadaan suara oleh pembuat.

Dan simbol terakhir adalah perasa dimana ketika suatu kejadiaan yang sering terjadi di suatu tempat bahkan menimbulkan bahaya bagi penduduknya dengan membuat simbol larangan untuk di tempati agar manusia itu selamat dari bahaya.

 

Perubahan simbol dari massa lampau ke massa depan

Dalam jangka waktu perkembangan manusia mengikut lingkungannya dimana perubahan alat dalam berkehidupan menjadi berubah dikarnakan adanya penggabunga kebiasaan atau disebut juga tercampurnya budaya maka lambat laun alat tersebut menjadi berubah tetapi kegunaannya sama dengan yang semula.

Dari perubahan tersebut ada pase waktu yang ditempuh karna tidak bisa secara sendirinya berubah mesti ada yag digabung untuk tujuan kedepannya, dan terkadang ketika simbol itu berubah tidak semuanya bisa merasakan karna hanya beberapa manusia saja yang besepakat atas perubahan tersebut.

Kemudian simbol yang digabung itu menjadi hal rumlah bagi kalanganya karna seringnya dipakai oleh manusia tersebut bahka mereka yang membuatnya bisa menyebarka ke tempat lain utuk menjadi konsumsi bagi orang lain.

Dari bentuk goresan warna besaran kemudian rasa dimana simbol itu berubah secara semestnya mengikuti perkembangan zaman ada ranah positif dan negatif tergatung mereka menggunakan alat atau simbol tersebut, bahkan terkadang membuat yang menggunakannya terasa aneh ketika alat tersebut dipakai.

Maka tanda atau simbol itu berwujud dengan berbeda-beda setelah itu manusia yang menggunakannya secara acak memilih dan memilah untuk menyampaikan suatu makna dari tujan agar lawan dari padanya bisa mengerti akan maksud yang ia sampaikan.

Jangka waktu dalam pemahaman mengenai simbol bisa dipelajari meskipun lama bahkan sampai bertahun-tahun agar ia yang mempelajarinya bisa sekaligus meneragkan akan simbol tersebut dan bisa menambahkan nya.

Kemudian simbol tersebut menjadi tren atau buming dikalangannya dan menjadikan nya eklusif dari masyarakat lain dengan penggunaan simbol tersebut, dikarnakan hanya mereka yang mengetahui mengenai makna dari simbol itu.

Setelah itu adakan pemberhentian dari simbol atau bahkan semakin bercabang, maka berhenti atau tidaknya ditentukan oleh kalangannya apakah mereka menghilangankan simbol itu atau mereka mengganti dan merubahnya.

Bahkan pada zaman sekarang adanya penggabungan simbol dengan benda lain untuk kesepakatan bersama kemudian menjadi makna baru dari simbol yang awal.

Share:

0 komentar: