10/06/23

SPARTA | 15RULES OF THE LIFE


Masa Prasejarah Sparta sulit untuk direkonstruksi, karena tidak banyak bukti tulisan dari masa tersebut dan juga distorsi oleh tradisi oral.[1] Namun, bukti paling awal mengenai pemukiman manusia di wilayah Sparta adalah dari tembikar yang berasal dari periode pertengahan Neolitikum, ditemukan di sekitar Kouphovouno, sekitar dua kilometer selatan-barat daya Sparta .[2] Ini adalah jejak awal peradaban Sparta Mikene, seperti yang digambarkan dalam Illiad karya Homer.

Peradaban ini sepertinya jatuh ke dalam kemunduran pada akhir zaman perunggu. Menurut Herodotus, suku-suku Makedonia dari utara bergerak ke Peloponesia, di mana mereka disebut bangsa Doria, mereka menaklukan suku-suku setempat dan menetap di sana.[1] Bangsa Doria tampaknya telah mulai mengembangkan batas wilayah Sparta hampir sebelum mereka mendirikan negara mereka sendiri.[3] Sparta berjuang melawan Doria Argive di timur dan tenggara, dan juga Arkadia Achaea di barat laut. Bukti menunjukkan bahwa daerah Sparta relatif tidak dapat diakses karena topografi dataran Taygete sehingga Sparta memang sudah aman sejak awal.[3]

Menurut Herodotus dan Thucydides, antara abad ke-8 dan ke-7 SM Sparta mengalami periode ketiadaan hukum dan perselisihan sipil.[4] Akibatnya, mereka melakukan serangkaian reformasi politik dan sosial di masyarakat yang kemudian mereka kaitkan dengan pemberi hukum mereka, Lykourgos[5] Perubahan-perubahan ini menandai awal sejarah klasik Sparta.

Spartakus (bahasaYunaniΣπάρτακος, Spártakosbahasa LatinSpartacus[1]) (sekitar tahun 109-71 SM) adalah seorang pemimpin budak terkemuka dalam Perang Budak Ketiga, sebuah pemberontakan budak besar melawan Republik Romawi. Sedikit yang diketahui tentang Spartakus di luar peristiwa perang, dan catatan sejarah hidupnya kadang-kadang kontradiktif dan mungkin tidak selalu dapat dipercaya. Ia adalah seorang pemimpin militer yang terampil.[2]

Perjuangan Spartakus sering dilihat sebagai perjuangan orang-orang tertindas yang berjuang untuk kebebasan mereka terhadap aristokrasi pemilik budak, telah menemukan arti baru bagi para penulis modern sejak abad ke-19. Pemberontakan Spartakus telah terbukti menginspirasi banyak penulis sastra dan politik modern, menjadikannya sebagai pahlawan rakyat, baik di antara budaya kuno maupun modern.


Dalam sumber lain Sparta adalah kota pada zaman Yunani Kuno yang merupakan ibu kota Laconia dengan kota terpenting Peloponesus di tepi Sungai Eurotas. Sparta didirikan oleh orang-orang Doria yang mengalahkan Laconia dan Messenia yang pada perkembangannya menjadi sangat kuat dan berkuasa. Pada abad ke-7 SM, Sparta merupakan pusat kesusastraan namun sesudah tahun 600 SM ilmu kemiliteran yang lebih ditonjolkan.

Anak-anak dari golongan berkuasa (Spartiate) dilatih menjadi militer. Di bawah golongan militer adalah golongan perioeci (tukang dan pedagang) dan helot (budak-budak). Hanya kaum Spartiate yang memiliki hak hukum dan hak sipil.

Sejarawan klasik membagi mengenai apa sebenarnya motif Spartkcus. Sementara Plutarch menulis bahwa Spartakus hanya ingin melarikan diri ke utara menuju Cisalpine Gaul dan membubarkan anak buahnya kembali ke rumah mereka, seperti yang digambarkan pada film tahun 1960, "Spartacus",[40] Appian dan Florus menulis bahwa ia bermaksud untuk masuk dalam barisan Romawi.[41] Appian juga menyatakan bahwa ia kemudian meninggalkan tujuannya, yang tidak lebih dari sebuah refleksi dari ketakutan Romawi. Tidak ada tindakan Spartakus yang menunjukkan bahwa ia bertujuan untuk mereformasi masyarakat Romawi atau menghapuskan perbudakan.

Berdasarkan beberapa peristiwa di akhir 73 SM dan awal 72 SM, menunjukkan kelompok-kelompok memperkerjakan budak secara bebas[42] dan sebuah pernyataan oleh Plutarch bahwa beberapa budak yang melarikan diri lebih mengutamakan untuk menjarah Italia, daripada melarikan diri ke atas Pegunungan Alpen,[40] penulis modern telah menyimpulkan perpecahan faksi antara mereka, yakni yang berada di bawah Spartakus ingin melarikan diri ke atas Pegunungan Alpen untuk kebebasan, dan mereka yang berada di bawah Crixus ingin tinggal di selatan Italia untuk terus merampok dan menjarah.


Catatan kaki
 Herodot, Book I, 56.
 Cartledge 2002, hlm. 28
 Ehrenberg 2004, hlm. 31
 Ehrenberg 2004, hlm. 36
 Ehrenberg 2004, hlm. 33

  1.  M. Tullius Cicero,
  2. ^ http://www.marxist.com/spartacus-representative-of-proletariat.htm
  3. ^ AppianCivil Wars 1.116
  4. ^ FlorusEpitome of Roman History 2.8
  5. ^ The Histories, Sallust, Patrick McGushin, Oxford University Press, 1992, ISBN 0-19-872143-9, p. 112.
  6. ^ Annuaire de l'Université de Sofia, Faculté d'histoire, Volume 77, Issue 2, 1985, p. 122.
  7. ^ The Spartacus war, Barry S. Strauss, Simon and Schuster, 2009, ISBN 1-4165-3205-6, p.31.
  8. ^ The Cambridge Ancient History: part 1. The prehistory of the Balkans; and the Middle East and the Aegean world, tenth to eighth centuries B.C, Cambridge University Press, 1982, hal. 601.
  9. ^ The Assyrian and Babylonian empires and other states of the Near East, from the eighth to the sixth centuries B.C., Volume 3, John Boardman, Cambridge University Press, 1991, ISBN 0-521-22717-8, hal. 601.
  10. ^ AppianCivil Wars1:116PlutarchCrassus8:2. Note: Spartacus's status as an auxilia is taken from the Loeb edition of Appian translated by Horace White, which states “…who had once served as a soldier with the Romans…”. However, the translation by John Carter in the Penguin Classics version reads: “…who had once fought against the Romans and after being taken prisoner and sold…”.
  11. ^ However, according to Cicero (Ad Atticum VI, ii, 8) at the beginning his followers were much less than 50.
  12. ^ PlutarchCrassus8:1–2AppianCivil Wars1:116LivyPeriochae95:2 Diarsipkan 2011-06-29 di Wayback Machine.; FlorusEpitome2.8. Plutarch claims 78 escaped, Livy claims 74, Appian “about seventy”, and Florus says “thirty or rather more men”. “Choppers and spits” is from Life of Crassus.
  13. ^ PlutarchCrassus9:1.
  14. ^ AppianCivil Wars1:116FlorusEpitome2.8.
  15. '^ Plutarchwe46', Crassus9:1–3FrontinusStratagemsBook I, 5:20–22AppianCivil Wars1:116BroughtonMagistrates of the Roman Republic, p. 109.
  16. ^ PlutarchCrassus9:4–5LivyPeriochae 95 Diarsipkan 2011-06-29 di Wayback Machine.; AppianCivil Wars1:116SallustHistories, 3:64–67.
  17. ^ PlutarchCrassus9:3AppianCivil War1:116.
  18. ^ FrontinusStratagemsBook I, 5:20–22 and Book VII:6.
  19. ^ FlorusEpitome2.8.
  20. ^ AppianCivil Wars1:116–117; Plutarch, Crassus 9:6; Sallust, Histories, 3:64–67.
  21. ^ Appian, Civil
  1. Wars1:117PlutarchCrassus 9:7LivyPeriochae 96 Diarsipkan 2017-07-19 di Wayback Machine..
  2. ^ AppianCivil Wars1:117.
  3. ^ PlutarchCrassus9:7.
  4. ^ Spartacus and the Slave Rebellion
  5. ^ Shaw, Brent D. (2001). Spartacus and the slave wars: a brief history with documents. Palgrave Macmillan. ISBN 0312237030.
  6. ^ PlutarchCrassus 10:1.
  7. ^ AppianCivil Wars1:118SmithA Dictionary of Greek and Roman Antiquities"Exercitus", hal. 494 Diarsipkan 2005-12-19 di Wayback Machine..
  8. ^ AppianCivil Wars1:118.
  9. Lompat ke:a b PlutarchCrassus10:1–3.
  10. ^ FlorusEpitome2.8CiceroOrations, "For Quintius, Sextus Roscius...", 5.2
  11. ^ PlutarchCrassus10:4–5.
  12. ^ Contrast PlutarchCrassus11:2 with AppianCivil Wars1:119.
  13. ^ AppianCivil Wars1:120.
  14. ^ AppianCivil Wars1:120PlutarchCrassus10:6.
  15. ^ PlutarchCrassus11:3LivyPeriochae97:1 Diarsipkan 2017-07-19 di Wayback Machine.. BradleySlavery and Rebellion. hal. 97; PlutarchCrassus11:4.
  16. ^ PlutarchCrassus11:5;.
  17. ^ AppianCivil Wars1:120PlutarchCrassus11:6–7LivyPeriochae97.1 Diarsipkan 2017-07-19 di Wayback Machine..
  18. ^ Appian, Civil Wars1:120FlorusEpitome2.8.
  19. ^ AppianCivil Wars1.120.
  20. Lompat ke:a b Plutarch Crassus9:5–6.
  21. ^ AppianCivil Wars1:117FlorusEpitome2.8.
  22. ^ PlutarchCrassus9:7AppianCivil Wars1:117.

 


Share:

0 komentar: