|
“TRADISI TEOLOGIS TENTANG TANGGUNG JAWAB TANPA SYARAT DAN TAK BERUBAH DISEBUAH DUNIA YANG TERUS BERUBAH, kUALITAS EKSTRIM."[PARMENIDEAN] |
Mengetahui adalah proses dimana seseorang tahu akan memahami sesuatu, baik dengan adanya suatu sebab atau tidak adanya sebab yang menjadi alasan. Akal selalu mencerna dan merekam semua hal secara seksama, ada permisalan mata senantiasa menyimak semua hal yang terlihat dari arah lawannya, baik berupa warna; bentuk; tekanan udara; cahaya; kelembapan; kasar; kegelapan cahaya dan cair suatu unsur dari arah bawah sekitar 90 ˚ dErajat menuju arah bagian atas, hal ini seperti pantulan hologram dengan skema gambar yang sama akan tetapi, rekaman otak senantiasa dipersefsikan menjadi percikan kilat 2500 cahaya dengan berbentuk akar Radicivicallaree ; hal yang mengakar dan bercahaya. Proses ini secara terus menerus terjadi sehinga menjadi butiran unsur yang terkandung dalam otak secara alamiah, baik melalui elektron, proton, neutron, serta hidromoxi (uap hasil dari proses sublimepotosintesis).
aBSOLUTISMME
Dalam teori politik, pandangan bahwa tidak ada pembatasan bagi hak dan
kekuasaan pemerintah. Dalam teori moral, pandangan bahwa terdapat
standar-standar yang moral yang tak terletakan- disebut hal-hal yang absolute
(absolutes).sehingga tidak mungkin berasal dari keinginan, kebijakan atau
preskripsi manusia yang berpotensi untuk berubah sewaktu-waktu.
Lihat juga, KATEGORICAL IMPERATIVE.
Dengan hal sebaliknya Unabsolute idealism atau seringkali kita dengar istilah relatifisme, berkeliaran sebagai pembanding di antara para pilsuf barat maupupun pilsuf timur dalam menilai suatu kebenaran dengan hikmah atau kebenaran dengan penuh kebijaksanaan. Padahal istilah Unabsolute merupaka term yang digunakan dalam menilai ketidak adaannya suatu kebenaran yang dengan hikmah. Sedangkan relatif merupakan kebenaran yang disertai adanya sebuah persetujuan orang banyak dengan menghadirkan persefsi dan konklusi yang normal;normatif;netral.
Absolute idealism and Unabsolute idealism our Relatifism
Idealisme versi abad ke-19 yang didalamnya disamarkan/ disetarakan dengan
pikiran objektif atau pikiran absolute, bukanya arus-arus pengalaman pribadi
seperti yang dianut idealisme subjektif. Idealisme transedental tentang dunia
yang bercirikan fakta dan benda disatu sisi, dan ide-ide disisi lain, Spinoza.
Serta konsep dualitas tindakan dan kehendak
sebagai determinan utama sejarah. Pengaruh-pengaruh pemikiran bagi doktrin ini
meliputi konsep dinamis alam sebagai kesatuan organik yang cenderung bergerak
menuju penyempuraan, keyakinan bahwa proses ini tercermin dalam pendidikan
spiritual individu, dan keyakinan yang dianut banyak pemikir jerman di akhir
abad ke-18 bahwa pikiran umumnya mengandung kategori-kategori dan
perbedaan-perbedaan yang tidak ada di pikiran awal yang lugu pada kemunculan
manusia pertama kali di alam, dan berkaitan dengan pikiran tenterasendentikan
saat kesatuan ideal ini tertangkap kembali,kant.[1] ( Lihat, simon
blackburn, kamus filsafat. Pustaka pelajar, 2008 Yogyakarta.
|
Jurnal Falsafah, Akal Dan Hati Yunani Klasik . [edisi 01 , volume 02] |
|
Author :
Heri Nurdiansyah, Religiion Study [Subject : Jurnal Falsafah ] [Title : Akal Dan Hati Yunani Klasik ] [ Subtitle : Absolute Ann De Unabsolute ] Edition : one step No. 01 Volume : Two Papper No.01-02
|
0 komentar:
Posting Komentar